Tampilkan postingan dengan label motivasi islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 November 2015

4 Cara Meraih Sukses dengan Cepat Bukan PHP

Keseimbangan Cara Meraih Sukses, Cepat Atau Lambat?

cara cepat meraih sukses
Kemana pun kita pergi, sejauh apa pun kita, selalu diawali dengan satu langkah, kemudian dikuti oleh langkah-langkah berikutnya. Kita tidak bisa hanya dengan mengejapkan mata, langsung sampai kepada tujuan. Pepatah mengatakan, perjalanan 100 mil itu dimulai dengan satu langkah. Lalu mengapa kita harus tergesa-gesa? Bukankah sudah sunatullah segala sesuatu diraih dengan cara bertahap?
Sementara saat ini orang lebih suka kepada hal yang instan, serba cepat termasuk meraih sukses. Padahal justru dengan keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang instan, malah akan memperpanjang angan-angan. Hidupnya bukan diisi dengan kerja keras untuk meraih sukses, tetapi diisi dengan mengkhayalkan suatu cara yang bisa dilakukan dengan cepat.
Memang ada sebagian orang yang terjebak dengan PHP (pemberi harapan palsu), dimana dia berharap akan meraih sukses dengan instan, padahal hanya sebuah harapan palsu. Harapan palsu ini bisa datang baik dari ajakan orang lain, tapi yang terkuat adalah dari dalam diri sendiri. Bisa jadi ada orang yang punya pemikiran yang dikirang HEBAT, padahal sebenarnya tidak.

Benarkah Asal Lambat Biar Selamat? Eh, Biar Lambat Asal Selamat?

Sebaliknya ada juga orang yang lebih berorientasi kepada proses yang lambat. Ada beribahasa, biar lambat asal selamat tak akan lari gunung dikejar.
Memang benar, gunung tidak akan lari. Pertanyaanya adalah masih adakah waktu kita untuk sampai ke gunung tersebut? Bagaimana jika apa yang kita inginkan di gunung tersebut keduluan orang?
Atau, jika Anda bisa pergi ke gunung naik mobil (angkot sekali pun), mengapa harus jalan kaki?
Inilah yang saya maksud.

4 Cara Hebat Meraih Sukses

Cara Pertama ialah dengan mencari cara terbaik. Jika Anda bisa pergi ke suatu tempat naik motor atau mobil, mengapa harus berlama-lama jalan kaki? Artinya akan ada cara tercepat untuk melakukan sesuatu. Jika ada jalan yang lebih pendek, mengapa harus menempuh rute yang lebih panjang?
Sebenarnya ada cara yang bisa kita lakukan untuk mempercepat jalan menuju sukses dengan memanfaatkan akal dan hikmah yang kita miliki. Harus ada keseimbangan antara meraih sesuatu yang real sambil menggunakan akal untuk mencari cara yang lebih cepat. Jangan salah satu, tetapi keduanya harus kita jalani. Sambil mencari cara mempercepat sukses kita, kita tetap melakukan sesuatu yang nyata.
Cara yang kedua meraih sukses lebih cepat ialah dengan memanfaatkan hikmah yang kita miliki, baik hikmah dari pengalaman diri sendiri maupun hikmah dari pengalaman orang lain. Dari hikmah yang kita miliki kita bisa mendapatkan pelajaran, cara apa yang benar dan cara apa yang salah. Sehingga kita tidak akan membuang-buang waktu mencoba berbagai cara, sebab kita sudah mengetahui cara mana yang benar.
Misalnya seperti ini: Ada orang yang katanya ingin bisnis online. Dia ahli dalam bidang internet. Berdasarkan pemikiran dia, dia merencanakan apa-apa yang akan dilakukan untuk menjual produknya? Apa yang terjadi? Setelah berbulan-bulan bahkan dalam hitungan tahun, tidak ada hasil dari usahanya.
Dia melakukan cara yang salah, akibat menggunakan cara berdasarkan pemikiran dia saja. Dia mungkin ahli dari segi teknologi internet, tetapi bisnis bukan hanya teknologi. Bisnis berkaitan dengan pemasaran. Sudahkah dia punya ilmu pemasaran? Atau menganggap tidak perlu?
Padahal, jika dia mau belajar terlebih dahulu dengan orang yang sudah menjalankan bisnis online. Ambil hikmahnya dan kemudian diterapkan. Bisa saja, hasilnya akan lebih cepat didapat. Ini kisah nyata.
Apakah Anda akan pergi ke Mekah dengan menunggang unta? Cara ketiga ialah gunakanlah teknologi, teknologi bisa mempercepat perjalanan kita. Dulu, saat orang Indonesia akan menunaikan ibadah haji harus memakan waktu berbulan-bulan, tetapi dengan ada teknologi, kita bisa menunaikan ibadah haji dengan waktu yang sangat singkat. Jadi gunakan teknologi untuk mempercepat kita dalam meraih sukses.
Jangan gaptek, belajarlah teknologi. Sekarang Anda bisa berdiskusi dengan tim Anda yang jauh menggunakan teknologi. Anda bisa mengirim produk dengan teknologi. Anda bisa membuat produk lebih cepat dengan teknologi. Manfaatkan dengan bijak.
Carilah, teknologi apa yang bisa Anda terapkan untuk bisnis Anda saat ini.
Cara ke empat, berlarilah menuju Allah. Maksudnya kita harus mendekatkan diri segera kepada Allah, sebab jika kita mendekatkan diri kepada Allah, Allah akan menghampiri kita dengan cara yang lebih cepat. Seperti dalam suatu hadits qudsi,
“Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sedepa. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sedepa, Aku mendekat kepadanya selengan. Barang siapa datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil.” (HR Bukhari Muslim)
Sukses itu pertolongan Allah. Sebagaimana hebatnya Anda berusaha, jika Allah tidak berkehendak, maka Anda tidak akan mendapatkan apa yang Anda inginkan. Untuk itu, dapatkan pertolongan Allah secepat mungkin. Dekati Allah secepat mungkin. Semakin cepat Anda mendekati Allah, Allah akan datang kepada kita (untuk memberi pertolongan) lebih cepat lagi.
Dan, Allah bukan pemberi harapan palsu. Apa yang dijanjikan Allah, itu pasti

Bagaimana Cara Fokus? 3 Cara Fokus Yang Melesatkan Produktivitas Anda

Anda Akan Fokus Jika Tahu Cara Fokus

bagaimana cara fokus
Saya yakin, banyak orang yang sudah sadar dengan pentingnya fokus dalam hidup, bekerja, dan bisnis.
Mengapa harus fokus, sebab hanya dengan fokus kita bisa mengoptimalkan sumber daya kita. Jika Anda ingin hasil yang maksimal, maka fokuslah. Semakin fokus akan semakin optimal hasil kerja Anda. Dalam bidang apa pun, baik dalam bekerja, bisnis, atau bahkan dalam dakwah.
Namun ternyata, dalam pelaksanaanya masih banyak yang bingung atau belum bisa untuk fokus dalam suatu hal. Penyebabnya ialah banyak artikel yang menyarankan kita fokus, tetapi tidak memberitahu bagaimana caranya fokus.
Ayo fokus, ayo fokus, tapi bagaimana caranya?

Sekarang, saya akan jelaskan langkah demi langkah untuk mencapai kondisi fokus baik dalam kehidupan, bisnis, maupun dalam bekerja. Artinya tidak hanya menyuruh atau menganjurkan fokus, tetapi memberitahu bagaimana cara fokus dengan langkah nyata.

Cara Fokus Pertama: Identifikasi

Analoginya seperti seorang penembak jitu. Dia hanya bisa fokus mengarahkan senjatanya jika dia sudah mengetahui target yang akan ditembah. Maknanya adalah Anda akan bisa fokus jika sudah jelas apa yang akan difokus. Sederhanya, Anda mau fokus apa?
Pertanyaan sederhana, “Anda mau fokus apa?” justru langkah awal yang sangat penting. Bagaimana akan fokus jika Anda belum jelas mau fokus apa. Saya banyak menemukan, seseorang yang tidak bisa fokus sebab dia tidak mengetahui mau fokus apa.
Yuk, kita temukan Anda mau fokus apa.
Langkah pertama ialah identifikasikan hal-hal apa saja yang rasanya harus dilakukan. Tuliskan saja apa-apa yang Anda rasakan harus dilakukan. Fokus dulu ke perasaan Anda. Karena perasaanlah yang merasa terbebani. Tuliskan saja.
Langkah kedua ialah sama halnya dengan langkah pertama, tetapi Anda mulai menggunakan pikiran dan arsip. Jadi tidak hanya mengandalkan perasaan saja. Sekarang tanyakan, apa saja yang harus saya lakukan. Periksa arsip Anda, memo, email, surat, atau catatan ide ada termasuk apa yang Anda ingat.
Lakukan langkah pertama dan kedua ini sampai habis. Semua hal yang harus dilakukan sudah pindah ke dalam kertas. Kedua langkah ini akan mengurangi beban pikiran Anda, sebab semuanya sudah pindah ke dalam kertas. Ribet? Tidak, memang inilah cara fokus.
Saya tahu, akan ada orang yang mengatakan, “ah ribet”. Akhirnya dia terus melakukan pekerjaannya dengan cara yang sama dan hasilnya akan sama terus. Untuk melakukan pekerjaan identifikasi ini memang tidak mudah dan memerlukan waktu. Mengapa? Sebab selama ini pekerjaan Anda berantakan.
Jika selama ini pekerjaan Anda sudah teratur, tidak akan sulit untuk melakukan ini. Jadikan ini sebagai momen perbaikan diri, terutama perbaikan cara kerja yang lebih teratur.

Cara Fokus Kedua: Keputusan

Setelah identifikasi Anda akan memahami apa yang Anda lakukan selama ini. Setelah memahami, maka akan lebih mudah untuk mengambil keputusan.
Langkah ketiga adalah mengambil keputusan. Bacalah semua hal yang harus Anda lakukan tadi. Putuskan:
  • Mana yang harus Anda lakukan sekarang juga. Biasanya pekerjaan yang sebentar yaitu kurang dari dua menit.
  • Mana pekerjaan yang harus dilakukan segera. Penting tapi waktunya cukup lama.
  • Mana pekerjaan yang ditunda atau dijadwalkan.
  • Mana pekerjaan yang bisa Anda hapus atau dibatalkan. Usahakan Anda membatalkan pekerjaan sebanyak mungkin.
  • Tandai juga hal-hal yang ternyata bukan pekerjaan atau tugas. Biasanya hanya sebagai referensi.
Saat memeriksa dan mengambil keputusan, selalu bertanya, apakah pekerjaan ini memberikan dampak yang besar bagi saya? Mana yang paling memberikan manfaat? Apa jadinya jika pekerjaan ini dibatalkan? Kapan waktu yang tepat mengerjakannya.
Jangan khawatir jika Anda bingung dalam mengambil keputusan. Saat bingung, berhentilah dulu. Kemudian tenangkan diri Anda, bisa dengan shalat dulu, membaca al Quran, dzikir, bermain dengan keluarga, dan hal-hal lain yang membuat Anda rileks. Biarkan pikiran bawah sadar Anda yang bekerja. Setelah itu coba lihat lagi daftar pekerjaan Anda. Analisa kembali sampai Anda mampu memutuskan.
Mungkin masih bingung. Jika bingung, gunakan feeling. Jika Anda sudah memiliki visi dan visi itu menjadi bagian hidup Anda, maka feeling Anda akan mengarahkan hidup Anda ke arah yang sesuai dengan visi Anda. Jika ragu terhadap suatu pekerjaan, masukan saja ke dalam kategori “ditunda”. Percayalah inilah cara fokus pada pekerjaan-pekerjaan yang penting.
Keputusan adalah langkah terpenting. Anda HARUS mengambil keputusan, jika tidak Anda tidak akan pernah fokus. Jangan takut salah. Lebih baik ambil keputusan kemudian salah, daripada tidak pernah salah tapi tidak pernah mengambil keputusan.

Cara Fokus Ketiga: Klasifikasi

Pisah-pisahkan pekerjaan yang harus dilakukan sekarang, segera, terjadwal, ditunda. Fokuslah pada pekerjaan sekarang. Ambil tindakan cepat untuk menyelesaikannya. Lupakan pekerjaan lain. Anda tidak perlu khawatir dengan pekerjaan lain sebab sudah Anda simpan pada sebuah sistem “di luar” kepala Anda.
Inilah inti cara fokus, Anda hanya perlu memikirkan yang memang perlu dipikirkan.
Review kembali daftar ini setidaknya seminggu sekali karena pasti banyak mengalami perubahan. Ambil lagi keputusan, mana yang akan menjadi fokus. Lakukan terus menerus. Cara fokus ini ampuh!
Cara ini saja, Anda sudah bisa lebih produktif. Anda akan mendapatkan penjelasan lebih detil tentang cara ini dan juga cara-cara lainnya yang akan melejitkan produktivitas sekaligus penghasilan Anda di Revolusi Waktu.

2 Syarat Untuk Mendapatkan Solusi dan Rezeki Yang Cukup

Maukah Anda Mendapatkan Solusi Dari Masalah dan Rezeki Yang Cukup?

selalu ada jalan keluar
Islam adalah agama yang seimbang, antara ikhtiar yang dilakukan fisik kita dan juga amalan hati. Keduanya adalah potensi yang diberikan Allah kepada kita, untuk kita manfaatkan dalam meraih sukses. Tentu, sukses dunia dan akhirat.
Salah satu ujian yang dihadapi oleh kebanyakan manusia adalah ada masalah yang selalu kita hadapi setiap hari dan juga karena masalah rezeki yang terasa kurang.
Mau solusinya?
Silahkan Anda ikhtiar, berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi masalah Anda dan juga mencari rezeki. Misalnya, Anda bisa menggundakan metode cara mengatasi masalah yang dijelaskan di ebook saya The Solution Secret. Silahkan bekerja, silahkan bertidak, silahkan ayunkan langkah Anda.
Namun, itu baru amalan fisik Anda. Jangan lupakan dengan amalan hati. Tidak ada pertentangan antara amalan hati dan amalan fisik. Malah saling mendukung. Amalan fisik Anda tidak akan sia-sia, bahkan makin berbobot jika diiringi dengan amalan hati. Bisa jadi, amalan hati pun akan didukung amalan fisik untuk mewujudkannya.
Keduanya penting, keduanya ibadah, keduanya harus ada, tidak perlu saling meniadakan.

2 Syarat Amalan Hati Yang Menjamin Datangnya Solusi dan Rezeki

Lalu, apakah dua syarat itu?
Takwa dan tawakal.
Ini adalah 2 diantara banyak amalan hati yang akan memastikan Anda mendapatkan solusi dan rezeki yang Anda butuhkan. Sampai mencukupi. Ya, sampai cukup.
Koq bisa? Sebab, Allah yang berfirman dalam Al Quran:
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (ath-Thalaaq: 2-3)
Jika kita bertakwa kepada Allah, Allah sudah menjanjikan dua hal
  1. Jalan keluar. Dalam bahasa kita adalah solusi. Jadi, jika Anda banyak masalah namun begitu sulit mendapatkan solusi, mungkin saja ketakwaan masih kurang. Bukan memvonis, tetapi bahan evaluasi diri, termasuk penulis.
  2. Rezeki yang tidak disangka-sangka arahnya. Dalam tafsir Al Muyassar dijelaskan bahwa Allah memudahkan segala sebab datangnya rezeki dari arah yang tidak terlintas dibenaknya, tidak juga dari arah yang tidak disangka-sangkanya.
Kemudian sebagai balasan orang yang tawakal: Allah akan mencukupkan segala urusan yang membuatnya khawatir.
Jadi, jika hidup masih jauh dari solusi, banyak kekuranga, dan banyak kehawatiran, yuk kita evaluasi diri apakah takwa dan tawakal kita sudah mantap atau belum. Sambil terus berusaha melalui amalan fisik, mantapkan juga takwa dan tawakal di dada kita.

7 Langkah Pokok Cara Mengubah Hidup Agar Lebih Baik

Mau Mengubah Hidup Agar Lebih Baik?

Cara Mengubah Hidup Itu Berproses

berubahMaaf, jika Anda pikir cara mengubah hidup seperti mengayunkan tangkat ajaib, maka Anda salah. Jika Anda ingin mengubah hidup Anda, artinya Anda perlu bersedia untuk berproses. Orang-orang hebat itu adalah mereka yang sudah melalui proses, tidak terjadi begitu saja.
Seringkali kita tertipu oleh persepsi sendiri. Orang yang lebih baik itu sudah dari sononya. Padahal tidak, mereka sudah melalui proses dan memerlukan waktu dan pengorbanan untuk sampai dalam tahap tertentu.
Orang yang memiliki jabatan tinggi, sebab dia sudah melalui proses yang mengubah dia menjadi pribadi yang pantas dan sanggup mengemban jabatan tinggi.
Begitu juga, orang yang berpenghasilan tinggi pun, sudah melalui proses untuk mengasah insting dan kemampuannya dalam mendapatkan penghasilan besar.
Orang alim pun sama. Mereka telah melalui proses menimba ilmu agama dalam waktu yang tidak sedikit.

Cara Mengubah Hidup Itu Menyeluruh

Banyak yang mengira, jika dia sudah memiliki modal, segalanya akan lebih baik. Bisa jadi, jika yang lainnya sudah baik, misalnya mindset dan kemampuannya sudah baik. Kehadiran modal akan membuatnya lebih baik.
Namun tidak semua orang punya modal menjadi lebih baik. Bahkan, modal malah menghancurkannya. Mengapa, sebab baik dari satu segi itu tidak cukup.
Anda tidak akan menjadi baik jika hanya mengandalkan skill teknis saja. Diperlukan kemampuan lain untuk meraih sukses, bukan hanya masalah kemampuan teknis saja. Hanya bisa membuat ayam goreng, tidak akan bisa menjadikan Anda menjadi pengusaha ayam goreng. Diperlukan kemampuan yang lain.

Langkah Pertama: Kejelasan

Anda mau berubah?
Jika Anda jawab ya, saya tanya lagi. “Berubah jadi apa?”
“Jadi Superman!!!” He he.
Jika Anda menjawab, “Menjadi lebih baik.”
Maka akan muncul pertanyaan berikutnya, baik apanya?
Terus seberapa baik?
Bingungkan?
Anda akan bingung jika tidak jelas arah perubahan Anda. Seperti saat Anda mengendarai mobil, Anda akan mudah mengarahkan setir mobil jika sudah mengetahui tujuan dengan jelas. Jika tidak, maka mobil Anda bisa tidak tentu arah dan entah akan melaju kemana.
Tentukan, apa definisi lebih baik itu dengan jelas dan terukur. Jika mau lebih baik dari sisi ekonomi, baik apanya? Misalnya penghasilan saya ingin lebih baik? Berapa lebih baik itu? Kapan?
Artinya langkah pertama Anda harus membuat sebuah tujuan yang SMART, dimana tujuan itu lebih baik dari kondisi saat ini.

Langkah Kedua: Tekad

Banyak yang ingin berubah, tetapi hanya ingin. Dia tidak juga melakukan perubahan.
Mengapa?
Sebab dia tidak memiliki tekad yang kuat.
Keinginan yang kuat ditunjang tekad yang kuat akan menghasilkan perubahan yang berarti. Dalam proses perubahan, Anda akan bertemu banyak halangan dan rintangan, bahkan kecendrungan untuk kembali ke tempat semua. Nah, untuk mengatasi itu semua, dibutuhkan tekad yang kuat.
Tekad yang kuat artinya Anda harus siap dan mau “membayar” apa pun yang diperlukan (selama halal) untuk mengalami perubahan.
Kenyataanya, banyak yang ingin berubah, tetapi mereka tidak mau memenuhi syaratnya. Keinginan dan tekad mereka lemah, kemudian akhirnya mereka berdalih bahwa kondisi saat ini sudah yang terbaik.
Jadi bulatkan tekad Anda untuk berubah, sekarang. Kemudian bertawakallah.

Langkah Ketiga: Hati

Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa (segumpal daging) itu adalah hati. (H.R alBukhari dan Muslim)
Dari hadits ini sudah sangat jelas, jika Anda ingin berubah menjadi lebih baik, ubahlah hati Anda. Hati meliputi perasaan dan pikiran, maka wajar banyak metode pengembangan diri yang fokus membenahi perasaan dan pikiran.
Bersihkan hati, dari dosa, dari perasaan negatif, dari berburuk sangka, khawatir, lemah, takut, ragu, dan berbagai penyakit hati lainnya, niscara Anda akan berubah menjadi pribadi yang jauh lebih optimis, semangat, dan memiliki energi yang tinggi untuk berubah.
Penghalang perubahan itu ada di hati kita, maka bersihkanlah jika ingin berubah.

Langkah Keempat: Prioritas

Hal pokok keempat yang perlu kita lakukan adalah mengatur prioritas kita. Perubahan akan tergantung apa yang kita prioritaskan. Jika Anda memprioritaskan tindakan-tindakan yang biasa Anda lakukan, maka hasilnya pun akan seperti biasa. Mengapa berharap yang lain?
Kadang banyak orang yang merasa sudah melakukan sesuatu untuk perubahan, tetapi tidak menjadi prioritas sehingga tidak memberikan hasil yang signifikan. Hasilnya akan didominasi oleh apa-apa yang Anda prioritaskan.
Lihatlah apakah Anda sudah punya rencana untuk berubah? Maka prioritaskan tindakan Anda pada rencana itu.

Langkah Kelima: Istiqomah

Kelanjutan dari memprioritaskan adalah Anda harus istiqomah dalam melakukannya. Jika tidak, maka hasilnya tidak akan berarti untuk mengubah hidup Anda. Lakukan terus dan terus sampai Anda merasakan perubahan itu.
Konon, istiqomah adalah hal yang paling sulit. Menjaga istiqomah itu tidak mudah. Tapi, ini harus dilakukan jika Anda mau berubah.

Langkah Keenam: Motivasi

Istiqomah itu berat. Untuk itu, dibutuhkan energi yang lebih besar agar bisa terus istiqomah. Semakin jauh perjalanan, akan semakin dibutuhkan energi yang lebih banyak. Semakin jauh perjalanan, bensin haru siap sedia, jangan sampai roda berhenti berputar.
Agar Anda terus istiqomah bertindak, maka Anda harus memiliki motivasi yang cukup sampai akhir. Jangan sampai berhenti ditengah jalan, sebab jika berhenti Anda tidak akan pernah sampai ketujuan.
Anda harus memiliki senjata-senjata yang bisa memotivasi diri Anda.

Langkah Ketujuh: Optimis

Semua hal diatas akan percuma jika Anda pesimis. Kadang, perubahan itu membutuhkan waktu yang lama. Membutuhkan proses dan perjuangan. Anda hanya akan bisa berproses jika Anda memiliki optimisme yang tinggi.
Optimis adalah yakin, bahwa Anda bisa berubah, meski setelah usaha panjang masih belum terlihat hasilnya. Anda terus menjaga keyakinan, suatu saat perubahan itu akan tiba.
Optimis menjadi sebuah pelengkap yang mutlak harus ada. Banyak orang yang tidak jadi berubah karena mereka kehilangan optimisme.

Jangan Ngaku Sudah Berusaha Maksimal Sebelum Baca Ini

Jangan Ngaku Sudah Berusaha Maksimal Sebelum Baca Ini

usaha maksimal

“Saya Sudah Berusaha Maksimal, Mau Apa Lagi?

Sekarang, tinggal tawakal. Kita semua serahkan kepada Allah hasilnya. Manusia hanya bisa berusaha.”
Sebenarnya, kalimat ini tidak ada salah. Memang seharusnya kita berusaha maksimal kemudian hasilnya kita serahkan kepada Allah, karena Dialah Penentu segalanya. Ini namanya tawakal.
Yang ingin saya bahas disini adalah, seringkali kita merasa sudah maksimal. Pertanyaanya adalah, sudahkah kita berikhtiar secara maksimal? Atau kita menyerah, padahal belum tentu kita sudah benar-benar berusaha maksimal.

Cerita Yang Mengubah Pandangan Tentang Usaha Maksimal

Saya membaca sebuah cerita yang sangat bagus, bagaimana gambaran apa yang menggambarkan makna berusaha semaksimal kemampuan kita (menurut kesanggupan kita). Dalam bahasa Al Quran disebut dengan mastatho’tum.
Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 64:16)
Ini cerita tentang syekh Abdullah Al Azzam, suatu ketika syekh ditanya oleh muridnya. Ya syekh, apa yang dimaksud dengan mastatho’tum (semampumu).
Syekh pun membawa muridnya ke lapangan dan meminta mereka untuk berlari mengelilingi lapangan semampu mereka. Startnya sama tetapi finish dan jumlah putaran masing-masing berbeda. Ada yang 3 kali putaran sudah capek, ada yang lebih dari itu.
Setelah muridnya menepi semua, syekh itu pun berlari mengelilingi lapangan itu, para murid pun kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua berlari. Sang syekh sudah terlihat pucat pasi dan lelah, tetapi tidak terlihat dari syekh itu untuk tidak melanjutkan larinya. Sampai syekh itu jatuh pingsan.
Para muridnya pun berlari untuk membangunkannya. Saat syekh itu siuman, beliau langsung mengatakan “inilah yang dinamakan semampu kita (mastatho’tum). Kita berusaha semaksimal sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita”.
Orang pemalas dan gampang menyerah sering kali dengan cepat sudah mengatakan sudah maksimal. Dia mengatakan “sudah tidak bisa lagi” padahal sebenarnya “sudah tidak mau lain, males, capek”.
Saya kira sudah banyak sekali contoh, begitu mudah kita mengatakan tidak sanggup atau tidak bisa, kenyataanya kita masih bisa. Pertanyaan yang membedakan adalah: “tidak bisa atau tidak mau?”

Mencari Rezeki Halal Untuk Menafkahi Keluarga Adalah Bentuk Ketaqwaan

Taqwa itu implementasinya adalah mengikuti perintah Allah, salah satunya adalah mencari rezeki. Sudahkah kita mencari rezeki menurut kesanggupan kita (mastatho’tum) atau hanya sekedarnya semau kita?
Tentu saja, makna mastatho’tum harus diterapkan dalam ketaqwaan secara menyeluruh dalam ibadah, dakwah, dan jihad. Namun dalam pembahasan ini, saya akan membahas untuk urusan mencari rezeki dan urusan meraih sukses dalam bisnis dan karir.
Sudahkah kita menerapkan makna mastatho’tum dalam bisnis atau karir Anda? Sehingga memberikan hasil yang maksimal, memberikan nafkah yang memadai dan menjadikan keluarga kita kuat dalam bidang ekonomi untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Mastatho’tum Dalam Berdo’a

Tentu saja, penerapan mastatho’tum bukan hanya dalam ikhtiar saja. Tapi juga dalam berdo’a. Teringat kata ustadz beken, kalau mau rezekinya kenceng, usahanya harus kenceng, berdo’anya juga harus kenceng. Harus serius donk mintanya. Jangan asal.
Anda berharap mendapatkan rezeki yang banyak, sementara do’a setelah shalat hanya sekilas dan itu pun tidak mengerti artinya. Shalat dhuha jarang, apalagi tahajud. Aduh, tidak sesuai donk. Serius ingin banyak rezeki?
Jika seseorang hamba mendekat pada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jika ia mendekat pada-Ku sehasta, maka Aku mendekat padanya satu depa. Jika hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berlari.
(HR al-Bukhari)

Tapi Saya Bingung Mau Apa Lagi?

“Saya sudah kerja banting tulang dari pagi sampai malam, tapi tetap saja hasilnya sedikit. Mau apa lagi?”
Usaha maksimal itu bukan berarti hanya quantitasnya saja. Tapi juga kualitasnya. Anda bekerja siang malam, bisa jadi tidak akan memberikan hasil yang maksimal, karena kualitasnya juga tidak maksimal.
Ganti profesi?
Ya, kenapa tidak? Itu salah satu opsi. Mengapa tidak mencari profesi atau pekerjaan lebih baik dengan hasil yang lebih baik.
Jika Anda bisnis atau dagang, bisa ganti produk. Bisa juga dengan meningkatkan kualitas cara berjualannya. Tingkatkan kualitas dan kuantitasnya.
Bagaimana cara meningkatkan kualitas ikhtiar kita?
Kuncinya ada di ilmu dan keterampilan (skill Anda). Saya tidak bisa mengendarai sepeda motor motoGP sampai kecepatan 300 km/jam. Mengapa? Saya belum punya skillnya. Belum memiliki keterampilan sampai disana. Motor boleh sama, tapi keterampilan berbeda akan memberikan hasil yang berbeda. Kalau saya, mungkin akan terguling.
Tapi saya terlalu sibuk untuk belajar dan berlatih lagi.
Itu ibaratnya Anda bekerja keras menebang kayu dengan gergaji tumpul. Meski pun semakin keras Anda kerja tidak akan memberikan hasil yang lebih baik. Luangkan waktu sejenak, asah dulu gergaji, maka produktivitas akan naik lagi.
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa darjat.” (QS Al-Mujadilah: 11)
Mudah-mudahan, artikel ini akan menjadi cambuk, bagi penulisnya maupun siapa saja yang berkesempatan membacanya. Agar kita tidak lagi menjadi pemalas. Yuk, kita berusaha semampu kita, bukan semau kita.

Copyright @ 2013 Cinta Islam.