Tampilkan postingan dengan label Muslim Sejati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim Sejati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 November 2015

4 Cara Jitu Menjadi Orang Sukses Tanpa Modal Yang Bisa Dilakukan Siapa Pun

Bagaimana Cara Menjadi Orang Sukses Tanpa Modal?

Menjadi Orang Sukses Tanpa Modal Jawabannya adalah … TIDAK BISA!
Artinya, jika mau menjadi orang sukses, Anda harus menggunakan modal. Ini serius, baik mau bekerja atau mau berbisnis, jika mau sukses, HARUS punya modal. Saya sering menemukan ada orang yang terhambat bisnis (termasuk saya dulu), karena tidak mau mengeluarkan modal.
Pertanyaanya, “bagaimana jika SEKARANG saya memang tidak punya modal?”
Mindset yang perlu difahami adalah: SEKARANG berbeda dengan besok.
Sekarang boleh jadi Anda tidak punya modal (uang), tetapi besok atau lusa menjadi punya. Bagaimana caranya? Itulah yang akan dibahas pada artikel ini.
Tidak punya modal saat ini, jangan sampai menjadi penghambat menjadi orang sukses. Anda bisa memulai bisnis meski tanpa modal (uang), dengan catatan mau berusaha untuk mendapatkan modal itu.
Susah? Memang. Tidak ada cara mudah menjadi orang sukses. Saya katakan itu, sebab pada kenyataanya, kalau mau sukses baik dunia atau akhirat, Anda akan memerlukan perjuangan dan pengorbanan. Yang punya uang saja seperti itu, apalagi jika tidak punya uang.

Cara Pertama: Manfaatkan atau Daya Ungkit Modal Apa Aaja yang Anda Miliki.

Sebenarnya, saat ini semua orang punya modal. Modal tidak selamanya uang. Jika Anda punya sepeda motor, itu bisa dijadikan modal. Apalagi punya mobil. Rumah juga modal. Ilmu dan pengetahuan Anda juga bisa dijadikan modal. Anda punya dengkul? Itu juga modal.
Jadi, manfaatkan saja modal yang Anda miliki, baik menjadi pengusaha sukses tanpa modal maupun untuk meniti karir sukses.
Anggap saja, ternyata bisnis Anda memerlukan uang tunai. Atau modal yang Anda miliki tidak diperlukan untuk membangun bisnis Anda.
Maka, caranya adalah bagaimana memanfaatkan modal yang Anda miliki menjadi UANG.
Saat saya sedang membangun bisnis online, saat itu saya tidak punya komputer bagus. Yang ada hanya komputer jadul, kurang memadai untuk bisnis online. Saya ingin mengganti komputer itu dengan spek yang lebih baik, tapi saya tidak punya uang saat itu.
Komputer jadul saya, paling bisa digunakan untuk mengetik dan saya punya kemampuan menulis. Dua modal ini saya manfaatkan untuk mendapatkan uang tunai. Saya menawarkan jasa penulisan kepada teman-teman, sampai saya bisa membeli komputer baru.
Sebuah contoh nyata! Manfaatkan yang ada. Gunakan prinsip Daya Ungkit.

Cara Kedua: Belajar Mendapatkan Modal (uang).

Jika Anda tidak punya uang saat ini untuk membangun bisnis. Artinya, Anda belum bisa mendapatkan modal. Sederhana bukan? Mengapa? Kalau anda sudah bisa, pastinya sudah dapat kecuali Anda malas.
Langkah selanjutnya, jika Anda belum bisa atau belum mengetahui cara mendapatkan modal, Anda harus mau BE LA JAR. Bukan mengemis atau mengeluh, tetapi belajar.
Belajar kepada siapa? Banyak tempat Anda belajar. Contohnya, adakah teman, saudara, atau tetangga yang sudah punya bisnis? Jika ada, silahkan silaturahim. Tanyakan baik-baik, bagaimana cara mereka mendapatkan modal.
Bisa jadi, pengalaman mereka tidak bisa Anda lakukan. Jangan patah arang, berterima kasih dan cari nasihat dari orang lain lagi. Tapi, jangan keterusan mencari. Jangan mencari cara mudah, instant, dan pasti jitu. Sekiranya bisa Anda lakukan, lakukan meski butuh perjuangan dan pengorbanan.
Ada pesan yang ingin sampai kepada para pemula dan pemuda.
Saya sering menemukan, sikap pemula itu sering menuntut. Dia menuntut kepada orang yang sudah sukses untuk membantunya. Jangan seperti itu, justru Anda akan dijauhi. Orang tidak suka ditekan, apalagi oleh orang yang hanya minta bantuan.
Jika Anda ingin mendapatkan nasihat dari orang sukses, jadilah teman, bukan musuh. Sepertinya aneh, tapi nyatanya banyak yang seperti itu lho. Dia nanya kepada orang lain, saat tidak menerima jawaban yang memuaskan malah marah, memaki, atau membully. Ingat, orang yang Anda tanya itu, bukan pelayan Anda.
Jadi, bersikap baiklah. Bahkan kalau nasihatnya salah, tetaplah berterima kasih. Relasi itu sangat penting. Meski nasihatnya tidak berguna, bisa jadi relasinya yang berguna. Jangan rusak relasi dengan mendebatnya atau bahkan memarahinya.

Cara Ketiga: Miliki Kemampuan Negosiasi

Tidak selamanya, segala sesuatu harus dimiliki dengan uang. Anda bisa bernegosiasi untuk mendapatkan apa yang Anda perlukan.
Untuk itu, memiliki kemampuan negosiasi menjadi sangat penting. Anda harus belajar itu jika saat ini belum bisa. Ada yang mengatakan, kemampuan negosiasi adalah kemampuan bernilai milyaran. Serius!
Anda bisa belajar negosiasi untuk mendapatkan uang, mendapatkan produk, mendapatkan proyek, dan sebagainya.

Cara Keempat: Bertumbuhlah, Tingkatkan Kualitas Diri Anda.

Jika kondisi saat ini serba tidak punya, sebenarnya itu adalah masalah kualitas diri Anda. Tidak perlu menyalahkan apa pun dan siapa pun, tetapi yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas diri Anda.
Belajarlah, jadilah ahli, jadilah juara. Jika Anda memiliki keahlian tertentu atau juara dalam hal tertentu, maka peluang-peluang kesuksesan akan menghampiri Anda.
Apalagi, bagi Anda yang masih mudah, jika ingin menjadi orang sukses, berhasil, dan pintar, maka teruslah belajar, mencoba, dan berlatih. Lakukan sedini mungkin jika mau sukses di usia muda.
Imam Syafi’i mengatakan:
“Barangsiapa menginginkan sukses dunia hendaklah diraihnya dengan ilmu dan … ingin sukses dunia akherat hendaklah diraih dengan ilmu” ~Iman Syafi’i.
Anda boleh melupakan cara 1, 2, dan 3, tetapi ingatlah cara keempat ini.
Kesimpulan: Jangan berhenti karena tidak punya modal, Anda bisa mendapatkan modal dengan memanfaatkan apa yang Anda miliki. Anda bisa mendapatkan modal, jika mengetahui caranya, maka belajarlah. Anda juga bisa mendapatkan modal jika pandai bernegosiasi. Dan terakhir, jika serbab tidak bisa, maka bertumbuhlah.

1 Hal Penting Yang Sering Terlewat Untuk Meraih Sukses

Tindakan Bukan Segalanya Untuk Meraih Sukses

Meraih SuksesApakah semua yang bertindak akan meraih sukses? Tidak, lihat saja banyak orang yang begitu giatnya bekerja, dari subuh sampai malam tetapi tetap saja tidak sukses. Catat: tindakan bukan segalanya.
Untuk berhasil, Anda harus bertindak dengan tindakan yang benar, bukan sembarang bertindak. Seperti apakan tindakan yang benar itu? Bagaimana agar kita melakukan tindakan yang benar?
Tindakan kita akan benar jika tindakan kita diiringi dengan “satu hal” yang memastikan tindakan kita akan membahas hasil. Apakah “satu hal” ini? Satu hal ini, ada sebelum tindakan dilakukan.
Jika Anda membaca berbagai artikel lainnya, alhamdulillah saya sudah mengungkap beberapa rahasia meraih sukses. Diantaranya ialah syukur. Dan juga ada satu rahasia penghalang sukses, yaitu adalah alasan. Silahkan baca lagi artikel-artikel lain di Motivasi Islami, Anda akan banyak menemukan berbagai rahasia dan kiat sukses.

Sebuah Rahasia Untuk Meraih Sukses Yang Luar Biasa

Namun masih ada satu lagi sebuah rahasia sukses yang sering dilewatkan oleh orang, mungkin karena sangat sederhana. Rahasia meraih sukses ini begitu manjur, banyak website dan buku luar negeri yang membahas pentingnya hal ini.
Yang lebih dahsyat ialah Nabi Muhammad saw sudah memberitahu kita sejak 15 abad yang lalu.
Apa itu?
Jika ditanya, siapa yang punya keinginan, maka semua orang punya keinginan. Menurut Dr Robert Anthony seorang guru pengembangan diri yang sangat terkenal di Amerika, jika seseorang dia mengaku tidak punya keinginan, dia adalah berbohong. Anda punya keinginan? Pasti.
Semua orang punya keinginan, tetapi apa yang bisa menghalangi kita meraih keinginan kita? Jawabannya adalah keyakinan. Keinginan dan keyakinan, jika dipadukan sudah menjadi sebuah resep sukses yang sangat mujarab seperti dijelaskan oleh Napoleon Hill dalam bukunya yang spektakuler, Think and Grow Rich.
Dengan memiliki keyakinanlah seseorang bertindak. Tanpa keyakinan, seseorang tidak akan bertindak. Namun ada satu hal yang sering dilupakan, yang sesungguhnya inilah yang membawa hasil. Apa itu? Mari kita tengok penggalan hadits Rasulullah saw yang sangat terkenal:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.” (HR Bukhari Muslim)
Amal adalah tindakan. Jika tindakan Anda tidak diniatkan untuk mendapatkan keinginan Anda, maka Anda tidak akan mendapatkan keinginan Anda. Hasil dari sebuah tindakan ialah sesuai dengan apa yang kita niatkan. Seperti dalam kelanjutan hadits ini, jika hijrah untuk mencari wanita dan harta, maka kita akan mendapatkannya. Niat adalah rahasia lain meraih sukses.
Masih dalam hadist yang sama:
Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.
Sekarang apa keinginan Anda? Saya yakin sebagai Muslim, Anda ingin kebaikan di akhirat. Namun tidak ada salahnya jika Anda juga menginginkan kebaikan di dunia. Oleh karena itu, setiap tindakan Anda, niatkanlah untuk mendapatkan kebaikan baik dunia dan akhirat seperti yang sering kita ucapkan do’a.
Jangan sampai, karena ingin sukses di akhirat melupakan sukses dunia dan juga sebaliknya. Harus seimbang, sukses di dunia sebagai jalan meraih sukses di akhirat.
Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Al Baqarah: 201)

Perkuat dan Perbesar

Contoh, apa niat Anda berbisnis?
Jika niat Anda untuk mencari kekayaan saja, mungkin Anda akan mendapatkannya. Sesuai hadist diatas, Anda akan mendapatkannya. Lalu buat apa kekayaan saja?
Niat yang lebih baik misalnya mencari kekayaan yang berkah. Ini sudah luar biasa. Anda mencari berkah, kebaikan dunia akhirat.
Tapi niat ini masih bisa diperkuat dan diperbesar lagi.
Saya niat berbisnis selain mendapatkan rezeki yang halal dan berkah, juga membuka lapangan usaha bagi banyak orang.
Mantap bukan? Anda punya jasa, membuka lahan rezeki halal bagi banyak orang. Sebagai inisiator kebaikan, Anda akan mendapatkan pahala dari kebaikan yang dilakukan pengikut Anda.
Bisa lebih hebat lagi?
Bisa, Anda bisa menambahkan niat berbisnis sambil menyebarkan syiar-syiar Islam dalam bisnis Anda. Semakin besar bisnis Anda, akan semakin luar siar Islam tersebar. Luar biasa, bagaimana menggunakan bisnis untuk dakwah, bukan sebaliknya.
Yuk… kita niatkan untuk meraih sukses dunia dan akhirat.
OK, saya masih ada artikel yang membahas tentang niat, silahkan baca disini.
Kesimpulan, sebelum kita melakukan sesuatu, maka niatkan dulu apa maksud kita. Niat harus kuat, besar, dan terpancang dengan kuat di hati kita. Sudah banyak contoh kasus, seseorang yang memiliki niat yang kuat, akhirnya terlaksana meski pun sekilas tidak mungkin dicapai.

4 Sumber Inspirasi Bagi Yang Bingung Menentukan Tujuan Hidup

Mengapa Harus Menentukan Tujuan?

menentukan tujuan
Saya sudah sering membahas tentang pentingnya menentukan tujuan. Sudah banyak artikel yang berkaitan visi, misi, dan tujuan yang sudah saya tulis.. Namun, masih ada yang bingung bagaimana menentukan tujuan. Artinya masih bingung dengan apa yang dia inginkan.
Jika kita masih bingung dengan apa yang kita inginkan, maka bagaimana kita bisa meraih sukses. Sukses adalah mendapatkan apa yang kita inginkan, jika yang kita inginkan saja tidak kita ketahui, bagaimana akan mencapainya?
Untuk itu penting bagi kita, menemukan apa yang sebenarnya kita inginkan. Sebenarnya kita semua punya keinginan, minimal keinginan-keinginan kecil selalu menyertai kita dalam kehidupan sehari-hari. Lalu bagaimana dengan keinginan besar? Keinginan besarlah yang akan membuat kita lebih bersemangat dan lebih berarti.

Sumber Inspirasi Pertama Yang Tidak Boleh Dilewatkan

Sebelum kita membahas sumber inspirasi lainnya, kita tidak boleh melewatkan 1 sumber inspirasi yang pertama ini. Serius, saya sering kali menemukan buku atau pelatihan yang melupakan hal ini saat memandu penetapan tujuan.
Sumber inspirasi yang pertama dan utama adalah Al Quran dan Hadits shahih. Jangan pernah menganggap basi atau tidak penting. Jika kita melupakan ini, maka semua aspek kehidupan kita akan terpengaruhi. Apa jadinya jika hidup kita dikendalikan oleh tujuan yang tidak sejalan dengan ajaran Islam? Bukan hanya hidup kita akan hampa, bisa jadi sia-sia dan merugi.
“Tapi saya belum menguasai Al Quran dan hadits? Bagaimana saya bisa menjadikan sumber inspirasi?”
Itulah masalahnya. Bagaimana kita akan menjadikan Al Quran dan Hadits sebagai sumber inspirasi jika membacanya, memahami, dan menghafalnya saja enggan. Jika pikiran kita masih kosong dari Al Quran dan Hadist atau masih sedikit, maka hidup kita akan jauh jadi warna (sibghah) Allah. Sayang sekali bukan?
“Apakah harus menunggu mengkaji Al Quran dan kitab-kitab hadist dulu?” “Lama donk”
Tentu saja, kewajiban kita untuk memahami agama. Sebenarnya tidak lama. Anda bisa membeli tafsir Al Quran seperti tafsir Ibnu Katsir. Bisa juga membeli buku-buku hadist yang terjemahannya sudah banyak.
Cara lainnya ialah dengan sering-sering mengikuti kajian agama, membaca buku yang sudah banyak diterbitkan dan ditulis oleh para penulis terpercaya. Kajian dan buku-buku agama juga pada dasarnya merupakan ajaran Islam yang dikhususkan untuk membahas hal tertentu.
Semakin sering Anda belajar agama, maka akan semakin banyak sumber inspirasi yang akan didapat. Mungkin tidak akan langsung menjadi sebuah tujuan nyata atau praktis, tetapi tujuan Anda nantinya akan terwarnai oleh ajaran Agama. Jika sebuah tujuan sudah tercelup sibghah Allah, maka tujuan Anda akan lebih berbobot dan tidak dangkal.
“Sibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya dari sibghah Allah dan hanya kepadaNyalah Kami menyembah.” (Al-Baqarah: 138)

Sumber Inspirasi Yang Kedua Adalah Sahabat Terbaik Anda

Siapakah sahabat terbaik Anda? Sahabat terbaik Anda adalah buku. Ya, sumber inspirasi adalah buku. Semakin banyak buku-buku yang Anda baca, Anda akan menemukan banyak inspirasi.
Cobalah baca buku-buku kisah sukses. Selain kisah sukses para pebisnis dunia, jangan lupakan kisah sukses para pejuang Islam. Ingat, tujuan hidup meski tujuan di dunia tidak melulu hanya masalah harta. Anda boleh memiliki tujuan menjadi orang kaya, namun akan lebih berbobot jika menjadi orang kaya seperti Abdurrahman bin ‘Auf.
Anda juga bisa membaca kisah sukses Umar bin Abdul Aziz, seorang penguasa yang hebat. Bisa juga membaca kisah Muhammad Al Fatih. Atau bisa juga Shalahuddin al Ayubi. Tentu saja, inspirasi yang didapatkan tidak selalu masalah perang meski kita belajar kepada tokoh-tokoh penakluk. Kita bisa mendapatkan inspirasi berupa bagaimana kontribusi beliau-beliau kepada umatnya dan kegigihan dalam mencapainya.
Jika bisa belajar kepada Umar bin Abdul Aziz, Al Fatih, dan Al Ayubi, berupa kontribusi dan pengorbanan beliau-beliau. Mereka benar-benar menjadi pribadi yang berguna bagi agama.
Apa inspirasi bagi Anda?
Banyak buku biografi yang bisa Anda dapatkan baik di toko buku maupun di perpustakaan. Semakin banyak Anda membaca, akan semakin banyak inspirasi yang didapat.

Sumber Inspirasi Yang Ketiga Sekaligus Membuka Pintu Rezeki

Apa yang ketiga? Silaturahim. Jika silaturahim Anda saat ini masih kurang memberikan inspirasi, maka perbaiki silaturahim Anda. Ya, kalau Anda hanya bergaul dengan pemalas, pengangguran, atau orang-orang yang berpikir negatif, mungkin tidak akan dapat inspirasi. Coba, cari orang-orang yang hebat, orang sukses, orang yang bermanfaat bagi sesama. Setelah menemukannya, jalinlah silaturahim dengan mereka.
Semakin banyak jaringan Anda, maka akan semakin banyak sumber inspirasi dan juga akan membuka pintu rezeki. Luar biasa bukan? Jadi, jangan malas silaturahim.

Sumber Inspirasi Yang Keempat: Kristalisasi

Sumber insprasi yang keempat adalah bagaimana kita mengkristalisasi apa yang sebenarnya sudah ada dalam pikiran kita. Bisa jadi dalam pikiran kita sudah menumpuk banyak ide-ide atau sumber inspirasi, tetapi belum terkristalisasi.
Lalu, bagaimana jika kita ingin mengkristalisasi semua ide dan inspirasi yang ada dalam benak kita. Jawabannya adalah dengan tafakur.
Kebanyakan orang malas tafakur atau berpikir lebih mendalam dalam waktu lama. Serius, mereka bingung karena sebenarnya belum benar-benar memikirkannya. Saya alami sendiri. Setelah saya meluangkan waktu untuk berpikir cukup lama, akhirnya semuanya semakin jelas apa yang saya inginkan dan apa yang saya harus lakukan.
Saya pernah bertemu dengan seorang pengusaha top. Kata dia, untuk menemukan apa passion kita (juga tujuan kita) adalah coba untuk merenungkannya. Setidaknya, berikan waktu sekitar 1 minggu untuk benar-benar memikirkannya.
Mau? Banyak yang tidak mau, jika Anda mau artinya Anda sudah memiliki kelebihan dibandingkan kebanyakan orang.
Anda tidak perlu benar-benar fokus selama 1 minggu, tidak melakukan apa-apa. Tidak begitu. Bisa dengan cara meluangkan waktu selama sekitar 1 jam setiap hari untuk memikirkannya dan dilakukan selama 1 minggu. Cobalah.

Kesimpulan

Jika Anda masih bingung atau kesulitas melakukan sesuatu ada dua penyebab. Yang pertama karena kemampuan atau ilmu yang kurang. Yang kedua kemauan usaha yang kurang. Atau bisa jadi kedua-duanya, ini lebih gawat.
Jika Anda masih bingung menetapkan tujuan Anda, artinya kemampuan dan wawasan Anda tentang tujuan masih kurang dan/atau kurang usaha dalam memikirkannya.

3 Cara Sederhana Agar Bisa Mengayunkan Langkah Pertama

3 Cara Sederhana Agar Bisa Mengayunkan Langkah Pertama

langkah pertama
Anda mungkin memiliki mimpi besar. Tujuan sudah ditetapkan, tetapi mengapa begitu sulit untuk melangkah? Ya, langkah pertama memang langkah paling sulit. Itulah mengapa, jika Anda memulai menjalankan kendaraan harus diawali dengan gigi 1, sebab gigi 1 adalah gigi yang memiliki tenaga terbesar.
Mengayunkan langkah pertama untuk menggapai tujuan Anda itu tidak mudah. Untuk itu diperlukan sebuah strategi bertindak agar Anda bisa mengayunkan langkah pertama Anda.

Anda Bingung Saat Tujuan Anda Terlalu Jauh

Penyebab mengapa Anda masih bingung untuk mengambil langkah pertama karena impian Anda terasa masih terlalu jauh. Bahkan tidak kelihatan saking jauhnya. Anda jadi bingung, harus melangkah kemana, sebab tujuan Anda tidak terlihat.
Ibarat Anda yang selama ini penghasilan dibawah Rp 10.000.000/bulan, tiba-tiba memiliki tujuan berpenghasilan Rp 1M per bulan. Maka wajar, jika Anda bingung mau melakukan apa dulu agar bisa berpenghasilan sebesar itu.

Langkah Pertama Anda Mulailah Dari …

Berbeda jika Anda menetapkan target Rp 20 juta dulu. Mungkin akan terlihat jalan yang akan ditempuh, sebab tujuan terlihat jelas.
Memang, tujuan Rp 20 juta per bulan masih sangat jauh dari Rp 1M per bulan, tetapi sudah mendekati. Lebih baik satu langkah lebih dekat, daripada tidak mendekat sama sekali.
Mungkin, setelah penghasilan Anda Rp 20 juta per bulan, tujuan Rp 1 M sudah mulai terlihat. Jika tidak, mendekatklah.
Konsep ini seperti Anda mengendarai mobil di tengah malam. Lampu mobil Anda tidak bisa menerangi seluruh jalan apalagi sampai tujuan, hanya beberapa meter di depan. Tapi, setelah mobil melaju, jalan selanjutnya bisa terlihat dan seterus.
Mulailah secara bertahap, mendekatlah meski hanya 1 langkah. Sebab perjalanan 1000 mil, selalu diawali oleh satu langkah. Dan, satu langkah ini adalah langkah yang Anda bisa. Tidak perlu memikirkan dulu langkah selanjutnya. Mulailah dengan yang ada, mulailah dengan yang bisa. Nanti, langkah kedua akan tersinari, akan nampak di depan Anda.

Yang SATU Yang Bisa Membuka Penghalang

Kadang, kita benar-benar bingung mau melakukan apa. Bukan tidak mengetahui langkah yang akan diambil, tetapi penghalang begitu kuat. Baik penghalang yang ada dari dalam diri (internal) maupun penghalang dari luar.
Lalu apa SATU hal yang bisa membuka penghalang Anda?
Jawabannya adalah kesuksesan.
Ya, sukseslah di satu hal dulu. Entah ini akan sejalan dengan tujuan besar Anda atau tidak, tetapi sukses di satu hal akan menjadi modal besar untuk langkah pertama Anda.
Sebagai contoh nyata. Ada orang yang ingin memiliki bisnis yang besar. Tetapi dia tidak memiliki modal yang cukup. Apa yang dia lakukan? Dia menjadi seorang agen asuransi dan dia bertekad menjadi seorang agen asuransi yang sukses.
Mungkin berbeda dengan impian besarnya, tetapi keberhasilan sebagai agen asuransi memberikan bekal yang luar biasa. Ya, dia memiliki bonus yang besar, cukup untuk membangun bisnis impiannya. Dan tidak kalah penting, dia memiliki keahlian menjual dan modal kepercayaan diri yang kuat.
Jika Anda ingin menjadi seorang pebisnis online yang sukses. Sementara banyak tawaran yang menggiurkan dan Anda malah menjadi bingung untuk memulainya. Maka menjadi seorang blogger dengan penghasilan Rp 5.000.000 per bulan bisa menjadi SATU hal yang membuka kunci keberhasilan bisnis online.
Selain memiliki modal uang Anda juga sudah mulai terasah mindset bisnis online yang penting plus kepercayaan diri. Bisa menjadi modal awal pembuka jalan sukses Anda meraih penghasilan puluhan sampai ratusan juta di bisnis online.

Lakukan Yang Termudah

Mana yang lebih mudah?
  • Anda pergi sendiri tidak berbekal peta dan mengetahui tujuan Anda. Ini yang disebut “yang penting action, tapi tanpa ilmu”.
  • Anda pergi sendiri tetapi sudah mengetahui tujuan dan sudah mengetahui cara meraih tujuan Anda. Ini adalah orang yang mau belajar secara mandiri.
  • Anda pergi didampingi oleh seorang pemandu yang pernah meraih tujuan yang sama dengan Anda. Artinya Anda memiliki seorang mentor atau coach yang akan mengarahkan langkah Anda dan meluruskan jika salah.
Yang paling mudah tentu cara ketiga. Namun alasan yang sering kali muncul adalah tidak memiliki anggaran untuk membayar seorang mentor. Jika ini masalah Anda, maka ingat 2 cara diatas.
Jadi, setelah mengetahui 3 cara sederhana ini, Anda sudah tidak lagi memiliki alasan untuk tidak mengambil langkah pertama. Lakukan 3 langkah diatas, bukan hanya Anda akan bisa mengayunkan langkah pertama, tetapi langkah pertama Anda menjadi sebuah langkah yang hebat.

Dan Cara Terpenting Adalah Ini

Dan jangan lupa, bertawakallah. Ini aktivitas hati yang sangat penting agar Allah memandu langkah kita. Kuncinya adalah bulatkan tekad dan bertawakallah agar jalan Anda dimudahkan Allah.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS Ali Imaraan:159-160)
Selamat mengayunkan langkah pertama!

8 Kata-kata Motivasi Buat Move On dari Mantan Pacar

8 Kata-kata Motivasi Buat Move On dari Mantan Pacar


Inilah kata-kata motivasi buat move on dari mantan pacar yang hebat:
Syukurilah Anda putus, artinya Anda sudah bebas dari perbuatan dosa karena pacaran. Pacaran itu banyak dosanya, mungkin Allah ingin menyelamatkanmu dari dosa.
Percayalah, jodoh itu ditangan Allah. Tidak harus punya pacar, banyak koq mendapatkan jodoh meski tanpa pacaran dulu.
Ini saatnya, Anda fokus belajar, menuntut ilmu, berkarya, dan beribadah. Ini saatnya, Anda mulai menjauhi dosa-dosa.
Putus? Alhamdulillah, Anda sudah menjauhi zina.
Yakinlah, Allah sudah menyiapkan jodoh terbaik buatmu. Yakinkan kalau Allah itu sayang kepadamu? Allah lebih menyayangi dibanding mantanmu.
Daripada inget mantan terus, mending inget Allah terus. Dzikir itu berpahala dan membuat hati lebih tenang.
Sakit karena putus? Mungkin ini teguran dari Allah, agar menjalani hidup sesuai dengan ajaran Islam.
Mantan tidak setia? Syukuri ketauan sekarang, daripada nanti sudah menikah malah selingkuh

Bagaimana Membangun Motivasi Bagi Diri Sendiri dan Orang Lain

Bagaimana membangun motivasi bagi diri sendiri dan orang lain?

Pada dasarnya, membangun motivasi bagi diri sendiri maupun orang lain itu sama. Ada unsur yang harus kita perhatikan agar kita bisa membangun motivasi. Kedua unsur itu adalah pain dan pleasure, yaitu kesengseraan dan kesenangan.
Orang melakukan sesuatu untuk menghindari kesengsaraan seperti sakit, kemiskinan, penderitaan, kehilangan, penolakan, dan sebagainya. Begitu juga, orang mau bertindak karena dia mengejar kesenangan seperti cinta, kebahagiaan, kekayaan, keceriaan, dan sebagainya.
motivasi
Dia mau capek-capek naik gunung untuk merasakan kesenangan setelahnya.
Lalu, bagaimana agar dua hal itu bisa membangun motivasi bagi diri sendiri dan orang lain?

3 Langkah Membangun Motivasi

Ada 3 langkah yang perlu kita tempuh
  1. Penyadaran. Langkah pertama perlunya sebuah kesadaran, apa sich yang tidak diinginkan dan apa yang yang diinginkan? Jadi, langkah pertama berpusat pada keinginan. Untuk penyadaran, akan lebih mudah untuk menuliskannya. Coba tulis 100 keinginan Anda. Banyak orang yang tidak memiliki motivasi, karena keinginan diri sendiri saja tidak disadarinya.
  2. Penegasan. Setelah Anda mulai sadar apa saja yang Anda inginkan, saatnya melakukan pengasan. Caranya buatlah tujuan. Apa bedanya keinginan dan tujuan? Tujuan lebih jelas dan spesifik. Untuk membantu memudahkan tujuan, buatlah dengan metode SMART.
  3. Pemantapan. Setelah sadar, kemudian ditegaskan dengan goal setting yang SMART, selanjutnya lakukan pemantapan, agar benar-benar masuk ke dalam hati Anda. Baca secara berulang, tempel tulisannya di tempat yang mudah dilihat, dan sebagainya.
Untuk membangun motivasi bagi orang lain, Anda bisa melakukannya dengan komunikasi. Bimbinglah mereka untuk melakukan 3 langkah diatas. Dan, yang terpenting adalah menjadi contoh atau teladan bagi orang lain.

Membangun Motivasi Lebih Kuat Lagi

bagaimana membangun motivasi bagi diri sendiri dan orang lain
Jika sesuatu tidak menantang Anda, maka dia tidak akan mengubah Anda.
Kadang, pain dan pleasure kurang menggerakan. Banyak lho, orang yang sebenarnya punya keinginan dan selalu dia ingat, tetapi masih kurang motivasinya untuk bertindak. Maka, untuk membangun motivasi yang lebih kuat lagi dengan menjadikan tujuan Anda sebagai tantangan.
Mungkin, Anda ingin meraih penghasilan Rp 10.000.000 per bulan. Ini sudah cukup untuk makan dan membayar semua tagihan. Tapi, akan lebih dahsyat jika Anda membuat tantangan. Mengapa tidak membuat tujuan penghasilan Rp 100.000.000 per bulan.
“Ah, tujuan jangan muluk-muluk, kalau tidak tercapai sakit.”
Sakit tidaknya bukan karena gagal meraih tujuan, tetapi bagaimana Anda menyikapi kegagalan itu.
Lagi pula, saya lebih baik gagal meraih penghasilan Rp 100.000.000 dari pada berhasil meraih penghasilan Rp 10.000.000. Anggap saja, saya hanya berhasil meraih setengahnya. Berapa penghasilan saya?
Tantangan lebih memotivasi, lebih menggali potensi, dan menjadikan pikiran kita lebih kreatif untuk mencari ide-ide brilian. Kita pun akan sadar, jika tujuan kita menantang maka kita harus bertindak lebih masif, terstruktur, dan sistematis. Tidak bisa bertindak asal-asalan.
Tantangan akan mengubah Anda menjadi lebih semangat dan lebih kreatif.

Saat Motivasi Tiba-tiba Hilang

Pernahkah merasakan, semangat sudah menggebu-gebu, tetapi ternyata saat memulai bertindak, kita menjadi loyo kembali. Mengapa itu bisa terjadi?
Ada banyak penyebab. Salah satunya kebingungan. Saat mengetahui banyak yang harus dilakukan, dia bingung harus melakukan apa dulu. Atau tidak ada kejelasan, apa yang harus dilakukan sekarang.
Bagaimana cara mengatasinya?
Selain kebingungan, masih ada beberapa penyebab lain yang menjadikan kita kehilangan motivasi saat akan mulai bertindak. Saya membahas khusus masalah ini dan solusinya di video saya Instant Motivation Weapon.
Pada video tersebut saya bahas teknik-teknik instant yang akan menjadikan Anda termotivasi kembali saat ada sesuatu yang menghancurkan motivasi Anda. Video ini harus dimiliki oleh Anda yang memiliki tujuan besar dan menantang, jangan sampai hambatan kecil malah menghancurkan motivasi Anda.
Tidak sedikit, hanya karena masalah kecil akhirnya mengubur mimpi besarnya. Jangan sampai dech. Anda harus memiliki senjata untuk menghancurkan semua musuh yang bisa merusak motivasi Anda.

Jadilah Inspirasi Orang Lain

Anda tidak perlu menjadi orang yang sukses dulu untuk menginspirasi orang lain. Anda bisa menjadi teladan dari sisi semangat dan pantang menyerah Anda. Tunjukan kepada orang yang ingin Anda bangun motivasinya bahwa Anda memiliki determinasi yang tinggi dan pantang menyerah.
Buatlah orang lain berkata, “Saya tidak menyerah dan tetap semangat meraih tujuan karena terinspirasi olehmu.”
Tentu saja, tidak harus sampai berkata seperti itu, sebab tindakan mereka jauh lebih penting dibandingkan kata-kata. Jadikan mereka mengikuti semangat Anda. Jadikan Anda sebagai figur yang memiliki motivasi tinggi.
Jadi, pada dasarnya, agar bisa memotivasi orang lain, maka motivasi diri sendiri terlebih dahulu.

Makna Kembali Ke Fitrah Sesungguhnya

Pentingnya Memahami Makna Kembali Ke Fitrah

Kembali Ke FitrahSetiap menjelang Idul Fitri, kita begitu akrab dengan kata kembali ke fitrah. Sebuah kalimat yang begitu indah. Namun ini bukan sekedar kalimat penghias ucapan belaka, kembali ke fitrah adalah kunci sukses manusia di dunia dan akhirat. Dan, kita tidak akan memiliki kunci sukses ini jika kita tidak memahami makna yang sebenarnya.
Kita tidak akan pernah mendapatkan apa pun yang tidak kita ketahui. Anda tidak akan mendapatkan emas meski pun Anda berada di tambang emas jika Anda tidak mengetahui mana yang emas mana yang batu. Jadi ini alasan kita harus memahami makna kembali ke fitrah, agar kita bisa mendapatkannya. Artinya agar kita bisa kembali ke fitrah manusia.

Inilah Makna Kembali Ke Fitrah

Apakah Makna Kembali Ke Fitrah Itu Seperti Bayi Yang Baru Dilahirkan?

Ya, memang seperti itu. Namun sayangnya, banyak yang memahami bahwa yang dimaksud seperti bayi itu hanyalah bebas dari dosa. Ini benar, namun belum lengkap. Coba kita simak hadits ini:
“Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti hewan melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga)?”
Hadits diriwayatkan oleh Al-Imam Malik dalam Al-Muwaththa` (no. 507); Al-Imam Ahmad  dalam Musnad-nya (no. 8739); Al-Imam Al-Bukhari dalam Kitabul Jana`iz (no. 1358, 1359, 1385), Kitabut Tafsir (no. 4775), Kitabul Qadar (no. 6599); Al-Imam Muslim  dalam Kitabul Qadar (no. 2658).
Jika kita melihat hadits diatas, makna fitrah bukan hanya berkaitan dengan dosa, namun berkaitan dengan akidah. “menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi” artinya ini adalah perubahan akidah dari akidah asal (fitrah) dan apalagi jika bukan akidah Islam yang lurus. Setiap bayi itu dilahirkan dengan akidah yang lurus, namun diubah oleh orang tuanya menjadi Nasrani, Yahudi, dan Majusi. Anda kembali seperti bayi, artinya kembali memiliki akidah yang lurus.
Sementara saat kita mengatakan bebas dari dosa, karena memang bulan Ramdhan adalah bulan pengampunan yang akan membersihkan dosa bagi siapa yang yang berpuasa dan mendirikan shalat malam dengan keimanan.
Jadi fitrah itu adalah akidah yang lurus sebagaimana dijelaskan pada ayat berikut ini:
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS.Ar Ruum:30)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)“, (QS.Al A’raaf:172)
Sebelum lahir, kita sudah bertauhid (mengakui keesaan Allah), maka saat lahir, sebenarnya manusia itu memiliki akidah yang lurus. Inilah fitrah manusia. Namun akidah bisa berubah karena faktor orang tua atau lingkungannya. Jika kita mengatakan bahwa kembali ke fitrah memiliki makna kembali seperti bayi adalah benar, dengan pemahaman bahwa bayi yang baru dilahirkan memiliki akidah yang lurus. Bisa juga dikatakan, makna fitrah itu adalah hanif (lurus).

Mampu Menilai Mana Yang Baik dan Buruk

Jika kita melihat bahwa orang kafir sekali pun bisa melihat mana yang baik dan buruk, karena pada dasarnya itu adalah fitrah manusia. Hanya saja mereka sudah terkotori. Sisa-sisa dari fitrah itu masih ada namun sudah kotor dan rusak.
Orang yang kembali ke fitrah adalah mereka yang kembali bisa menilai baik dan buruk. Bukan berarti boleh berbuat dosa lagi, boleh ghibah lagi, boleh fitnah lagi, dan sebagainya. Jika demikian, justru kita harus mempertanyakan, sudahkah kita kembali ke fitrah?
Orang yang kembali ke fitrah akan berlaku lebih baik, karena dia mengetahui mana yang baik dan buruk dan dia akan cendrung memilih yang baik karena akidah yang lurus.

Fitrah Yang Tertutupi

Setiap manusia itu pada dasarnya fitrah, meski dia lahir dari keluarga yang tidak memiliki akidah yang lurus. Namun orang tuanya menjadikan anak itu berubah menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Artinya fitrah bisa tertutupi. Saat fitrah sudah tertutupi maka dia tidak bisa lagi membedakan mana yang haq dan yang bathil.
Oleh karena itu, ini menunjukan kita harus menjaga fitrah kita dan fitrah anak kita agar tidak tertutupi, sehingga lupa dari fitrahnya. Jangan biarkan pikiran dan hati kita terkotori oleh pemahaman-pemahaman yang tidak sesuai dengan akidah yang lurus. Bahkan saat kita lahir dalam keluarga Islam, bisa saja akidah kita terkotori oleh hal-hal dari lingkungan kita.

Cara Menjaga Fitrah

Bulan Ramadhan menjadikan kita kembali ke fitrah. Namun tidak berhenti sampai disitu, kita perlu menjaga kefitrahan ini. Kita harus tetap pada kefitrahan itu. Orang tua dan lingkungan bisa mengubah fitrah kita. Lalu bagai mana cara menjaga fitrah kita?
Fitrah kita berubah akibat dokrin dari orang tua dan informasi-informasi dari luar. Untuk itu kita perlu menjaga dengan memasukan informasi yang benar ke dalam pikiran dan hati kita untuk mengalahkan dokrin dan informasi yang merusak fitrah kita. Dan, sumber kebenaran itu tiada lain adalah Al Quran.
Al Qur’an adalah firman Allah, yang pastinya akan sesuai dengan fitrah kita. Siapa lagi yang lebih mengetahui kita kecuali Allah Yang Maha Mengetahui? Maka jagalah fitrah kita dengan mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya. Selama pikiran kita adalah pikiran sesuai dengan Al Quran, artinya fitrah kita masih terjaga.

Kesimpulan

Kembali ke fitrah itu adalah kita kembali ke akidah yang lurus. Dan setelah kita kembali ke fitrah, maka jagalah dengan membaca serta mengamalkan Al Quran.

Arti Nama Bayi Anak Perempuan Islami Terbaik

Arti Nama Bayi Anak Perempuan Islami Terbaik



Arti Nama Bayi Anak Perempuan Islami Terbaik – Nama adalah sebuah inisial atau sebutan bagi seorang manusia, yang dimana nama tersebut juga menjadi sebuah tanda pengenal akan manusia itu sendiri. Pada umumnya nama terbagi ke dalam nama depan, nama tengah dan juga nama belakang.
Pada nama belakang terkadang di sesuaikan dengan apa yang berada di nama depannya, namun tidak jarang juga banyak orang yang menggunakan nama belakangnya dengan sebuah nama keluarga besar atau yang lebih di kenal dengan sebutan marga.

Orang tua yang memberikan nama terhadap anak perempuannya tentu saja tidak dengan begitu saja memberikan nama tersebut. Setiap nama yang di miliki manusia yang telah di berikan orang tuanya tentu saja mempunyai artian, dan orang tua juga mengharapkan anaknya dapat hidup sesuai dengan arti nama tersebut.
Gambar Bayi Perempuan
Anda bisa memilih sebuah nama bagi bayi anak perempuan dan tentunya lengkap beserta kandungan artinya, dengan rangkain indah dari bahasa arab. Temukan buat anak anda yang sangat cocok dengan arti dari kandungan tersebut, agar dapat menjadikan do`a dari orangtua kepada anaknya.
Awalan Hurup “A” : Nama dan Artinya
Aabidah : tekun beribadah
Aafi : yang mengampuni
Aafiyah : sehat – selamat
Aamal : harapan-harapan
Aaminah : dapat dipercaya – aman
Aathifah : belas kasih, perasaan
Aathirah : harum
Abadiah : yang kekal
Abidah : beradab
Abirah : wangi
Abiyyah : yang menolak kehinaan; punya kepribadian yang kokoh
Adawiyah : seorang wanita sufi
Adibah : beradab
Adibah Aida : berpengetahuan/keberuntungan
Adilah : adil, yang sebaya
Adlah : keadilan
Adriana : nisbah
Afaf : punya harga diri
Afanin : daun yang lembut; jenis perkataan yang khas
Afifah : punya harga diri
Afrah : hiburan-kesenangan
Agharid : jamak dari ughrudah : kicauan burung
Ahlam : paling sempurna
Ahlam Fakhira : paling sempurna/termashyur
Aidah : kembali berhari raya
Ainiyah : pohon rimbun bersemi
Ainul Hayat : mata kehidupan
Aisyah : istri rasulullah saw
Aisyah Afiqah : hidup bahagia/ cerdas, sangat berpengetahuan
Aisyah Aqilah : hidup bahagia/ cerdas, pandai
Aisyah Mariah : kehidupan/yang indah
Ajda : bermanfaat
Akifah : wanita yang beri’tikaf dimasjid
Al-Fiyah : yang memiliki sifat ribuan
Al-Mas : berlian
Alani Fatini : ketinggian/bijaksana
Alaniah : nyata
Alfiyyah : dinisbatkan kepada kata alf : ribuan
Aliah : yang tinggi
Alifah : ramah tamah
Alilah : yang memakai wewangian
Aliyah : tinggi
Aliyah Afifah : wanita yang tinggi/yang sopan
Almasah : batu mulia
Althaf : taufik, lembut
Alya Adriana : ketinggian, nisbah
Alya Jazilah : ketinggian/bijak bercakap
Amany : cita-cita
Amimah : tubuh lenjang
Aminah : dapat dipercaya
Amira : putri bangsawan
Amirah : ratu
Anan : awan – cakrawala
Anaqah : baik dan enak dipandang
Anbar : wangi-wangian
Aniqah : indah menawan
Anis Zarifah : comel/indah
Anisah : lemah lembut
Aqharid : kicauan burung
Aqilah : yang baik, yang mulia
Arafah : padang ‘arafat
Ardini : isteri yang disayangi
Arfah : gembira
Aribah : yang berakal; pandai
Aridhah : yang bersih, terang ; mengesankan
Arij : bau yang sedap
Arikah : permadani yang dihias / pelaminan
Arinah : yang cergas
Ariqoh : baik budi,, mulia asalnya
Arja : lebih diharapkan
Arusah : pengantin
Arwa : memberi minum sampai puas
Asahy : warna-warni
Ashilah : yang asli, orisinil
Asiah : istri firaun yg beriman kpd Allah, obat
Asiilah : lemas dan halus
Asilah : penyapu minyak wangi
Asilat : gemulai dan halus
Asirah : tawanan perang
Asma : putri abubakar assidiq ra
Asmahan : nama tokoh wanita
Asyiqah : yang asyik
Asywaq : jamak dari syauq ; kerinduan
Athifa : lemah lembut
Athiyyah : pemberian
Atiah : yang datang
Atikah : pemurah, yang murni
Atsilah : yang berakar; mempunyai keturunan yang baik
Azaliyyah : yang bersifat azaly, dari sejak dulu
Azhaar : bunga-bunga
Azifah : yang mendekat ; nama lain dari hari kiamat
Azighah : memancar
Azizah : perkasa – mulia
Azyan Alilah : perhiasan / yang memakai wangian
Azyyati : kesabaran

 

Sabtu, 14 November 2015

10 Ribu Rupiah Membuat Kita Mengerti Cara Bersyukur


Ada sebuah kisah hikmah yang dituturkan oleh seorang sahabat. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan.

Usai membayar, tangan-tangan mereka pun sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas Rp1000. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekeningnya.

Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening. Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"

Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan terdiam membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!"
Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.

Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.
Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa! 
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. 
Bu, aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah."
Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu.

Definisi Ruqyah


Pengertian ruqyah secara terminologi adalah al-‘udzah (sebuah perlindungan) yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, seperti panas karena disengat binatang, kesurupan, dan yang lainnya.[8] Ruqyah terkadang disebut pula dengan ‘azimah (azimat). Fairuz Abadi berkata: “Yang dimaksud ‘azimah-‘azimah adalah ruqyah-ruqyah. Sedangkan ruqyah yaitu ayat-ayat Al-Qur`an yang dibacakan terhadap orang-orang yang terkena berbagai penyakit dengan mengharap kesembuhan.”[9]
Sedangkan makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mencegah atau mengobati bala dan penyakit. Terkadang doa atau bacaan itu disertai dengan sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang meruqyah atau yang diruqyah. Tentunya ruqyah yang paling utama adalah doa dan bacaan yang bersumber dari Al-Qur`an dan as-sunnah.[10]

Pembagian ruqyah

Dalam syariat Islam dikenal dua macam ruqyah, yaitu ruqyah syar'iyah dan ruqyah syirkiyah. Ruqyah syariyah yaitu ruqyah yang benar menurut syariat Islam diantaranya dengan cara membacakan ayat Al-Qur'an,[11][12] sebagaimana di antara nama surat Al-Fatihah adalah Ar-Ruqyah, meminta perlindungan kepada Allah, zikir dan doa dengan maksud menyembuhkan sakit.[13] Sedangkan Ruqyah Syirkiyah adalah yang biasa dipraktekkan para dukun. Ruqyah di kalangan para dukun dikenal dengan istilah jampi-jampi atau mantra.

Batasan ruqyah

Ruqyah yang syar’i memiliki beberapa ketentuannya tertentu. Jika tidak memenuhi kriteria tersebut maka ruqyah tersebut tidak syar'i, yakni serupa dengan jampi-jampi yang dilakukan oleh para dukun. Kriteria ruqyah yang syar’i (yang sesuai syariat Islam) dijelaskan berikut ini:
  • Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an, do’a yang syar’i atau yang tidak bertentangan dengan do’a yang dituntunkan.
  • Menggunakan bahasa Arab kecuali jika tidak mampu menggunakannya.
  • Tidak bergantung pada ruqyah karena ruqyah hanyalah sebab yang dapat berpengaruh atau tidak.
  • Isi ruqyah jelas maknanya.
  • Tidak mengandung do’a atau permintaan kepada selain Allah (semisal kepada malaikat, jin, atau makhluk lainnya).
  • Tidak mengandung ungkapan yang diharamkan, seperti celaan.
  • Tidak menyaratkan orang yang diruqyah mesti dalam kondisi yang aneh seperti harus dalam keadaan junub, harus berada di kuburan, atau mesti dalam keadaan bernajis.[14].
Sebagaimana dinukil dari "Fathul Majid", Imam As-Suyuthi berkata, “Ruqyah itu dibolehkan jika memenuhi tiga syarat: Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an atau nama dan sifat Allah. Menggunakan bahasa Arab atau kalimat yang mempunyai makna (diketahui artinya). Harus yakin bahwa ruqyah dapat berpengaruh dengan izin Allah, bukan dari zat ruqyah itu sendiri.”
Dari kriteria-kriteria di atas dijadikan tolok ukur untuk dapat mengkategorikan mana praktek ruqyah yang benar dan mana yang menyimpang. Jika si pelaku menggunakan mantera-mantera yang tidak jelas maknanya, menggunakan do’a yang tidak dipahami, atau menyembuhkan dengan jalan memindahkan penyakit yang diderita ke hewan, maka hal seperti ini dikategorikan sebagai tindak perdukunan. Lebih terlarang lagi apabila di dalamnya menggunakan jampi-jampi yang jelas-jelas mengandung kesyirikan, meminta tolong pada jin, atau meminta agar kita menyembelih hewan tertentu untuk jin. Yang seperti ini jelas syirik. Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa dia mendengar rasulullah S.A.W bersabda,
Hadits ini menunjukkan akan adanya jampi-jampi atau mantra-mantra yang mengandung kesyirikan.

Penerapan

Disebutkan dalam suatu hadits bahwasanya Nabi Muhammad pernah disihir orang, sehingga Malaikat Jibril datang dan mengajarkan ruqyah kepadanya dengan cara membaca Al-Mu’awwidzat sehingga hilanglah pengaruh sihir tersebut

Sifat-Sifat Terpuji

 Berikut adalah sifat sifat terpuji yang harus ada dalam diri manusia, diantaranya adalah;
1. Tafakkur dan Taubah 
Tafakkur adalah berpikir yang mengandung pengakuan dan penyesalan terhadap kesalahan-kesalahan serta bertaubat dari segala dosa. Cara bertafakur menurut dia, adalah dengan membaca Dua Kalimah Syahadah secara perlahan-lahan dan menghayati maknanya. Selanjutnya melakukan tiga perkara dalam tafakkur yaitu: 
1.1. ‘Ibrah, yaitu mencari-cari kesalahan diri sendiri, menyesalinya, dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan itu lagi. 
1.2. Khawf, yaitu takut akan murka Allah dan siksa-Nya serta takut tidak diterima amalnya. 
1.3. Raja’, yaitu berharap akan rahmat dan ampunan Allah serta berharap akan diterima segala amalannya. 

2. Al-Zuhd 
Kehidupan yang kekal adalah kehidupan di akhirat, sedangkan kehidupan di dunia harus dijadikan bekal ke akhirat. Selanjutnya dia peringatkan agar hidup jangan tertipu dan terpedaya dengan dunia. 

3. Tawakkal 
Tawakal adalah menyerahkan diri. Dalam lirik syairnya "menyerahkan diri jangan menyesal" dapat diartikan rela terhadap apa yang dikehendaki Allah SWT. Penjelasannya ini sejalan dengan pendapat Bisyr Al-Hafi yang dikutip Al-Qusyairi mengatakan “Saya bertawakal kepada Allah SWT., sedang orang lain berbohong kepada-Nya. Seandainya dia bertawakal kepada Allah SWT., maka pasti dia rela terhadap apa yang dikerjakan (dikehendaki) oleh Allah SWT”. 

4. Shabar 
Manusia perlu senantiasa bersabar, baik bersabar dalam menggunakan nikmat, bersabar melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, maupun bersabar dalam menerima cobaan atau hal-hal yang tidak diingini. Abdurrahman Shiddiq menganjurkan agar senantiasa dapat bersabar dan menahan marah, sebab sifat sabar mendatangkan banyak mamfaat 
Selanjutnya dijelaskannya, bahwa orang yang tidak mempunyai sifat sabar akan mudah dihinggapi sifat marah. Menurut dia, ada beberapa kerugian sebagai akibat dari sifat marah. Pertama, hilang akal dan keseimbangan jiwa, sehingga akan salah dalam mengambil sikap dan tindakan. Kedua, hilangnya atau berkurangnya iman seseorang. Ketiga, kehilangan sahabat . 

5. Ikhlash dan menjauhi riya 
Ikhlash adalah bersih amal kepada Allah, dan sifat ini merupakan syarat untuk mendapatkan pahala amal ibadah. Dia membagi ikhlash dalam dua macam, yaitu ikhlash al-abrar dan ikhlash al-muqarrabin. Ikhlash al-abrar adalah seseorang beramal karena semata-mata menjunjung perintah Allah SWT. tanpa mengharapkan apapun selain daripada Allah, termasuk tidak mengharapkan surga dan juga tidak memohon dijauhkan dari api neraka. Sedangkan ikhlash al-muqarrabin adalah seseorang beramal, tetapi tidak mengakui dan tidak merasa bahwa amalan-amalan itu sebagai usaha ikhtiarnya, bahkan dalam ma’rifatnya semuanya itu adalah semata-mata amalan Allah dan atas taufik-Nya. Ikhlash al-abrar disebut ikhlash li Allah (ikhlas karena Allah), sedangkan ikhlash al-muqarrabin disebut ikhlash bi Allah (ikhlas dengan pertolongan Allah). Ikhlash al-muqarrabin merupakan pengertian ikhlash menurut pandangan ulama tasawuf, di mana para sufi menyebutkan bahwa ikhlash adalah melepaskan diri dari pada daya dan upaya. Apabila keikhlasan seseorang bisa sampai pada peringkat kedua ini, maka ia akan terhindar dari pada sifat riya, ‘ujub, dan sum’ah 
Dalam kitabnya Risalah fi Aqaid al-Iman Abdurrahman Shiddiq membagi riya dalam dua macam, yaitu riya jali (yang nyata) dan riya khafi (yang tersembunyi). Riya jali adalah seseorang beramal di hadapan orang lain, tetapi apabila ia sendirian amalan itu tidak dikerjakannya. Sedangkan riya khafi ialah seseorang beramal baik di hadapan orang lain ataupun tidak, tetapi dia suka kalau mereka berada di hadapannya. 
Sum’ah, ialah seseorang beramal sendirian kemudian dia menghabarkannya kepada orang lain, supaya mereka membesarkannya atau supaya dia mendapat kebajikan dari mereka. Adapun ‘ujub adalah seseorang merasa heran atas kepandaian dan kehebatannya. Misalnya, seorang ‘abid merasa kagum dengan ibadahnya, atau seorang alim merasa kagum dengan ilmunya. 

6. Tawadhu’dan menjauhi takabbur. 
Sifat tawadhu menunjukkan adanya keluasan akal dan pandangan, dan sebaliknya sifat takabbur menunjukkan kepicikan akal pikiran. Dia menegaskan, bahwa sifat takabur sangat dilarang oleh Allah SWT.. Orang takabur dikatakannya sebagai seorang yang celaka, oleh karenanya akan dimasukkan ke dalam api neraka. 

7. Syukur dan Ridha 
Abdurrahman Shiddiq menganjurkan hamba Allah agar selalu ridha terhadap qadha Allah, dan selalu bersyukur atas nikmat-Nya dan bersabar atas cobaan-Nya. Syukur ialah menggunakan nikmat yang diperoleh pada jalan yang diridai Allah SWT . Manusia harus mensyukuri pemberian Allah, ridha terhadap ketentuan-Nya, serta bersabar menanggung cobaan, untuk itu seseorang harus husn al-zhan kepada Allah. Selanjutnya ia membagi husn al-zhan kepada empat bagian. Pertama, seseorang berprasangka bahwa Allah mengasihinya. Kedua, berprasangka bahwa Allah mengetahui akan segala kesalahannya. Ketiga, berprasangka bahwa Allah mengampuni segala dosanya. Dan keempat, berprasangka bahwa segala yang tersebut itu mudah bagi Allah SWT. 

8. Shiddiq 
Abdurrahman Shiddiq menekankan pentingnya shiddiq (benar) dalam berperilaku sehari-hari, selalu benar dalam segala ucapan dan perbuatan. 

9. Mahabbah (Mencintai Allah dan Rasul-NYa)
Dalam kitabnya Asrar al-Shalat min ‘Iddat Kutub al-Mu’tamadah menyebutkan; “Adapun syarat-syarat sah iman itu, di antaranya mencintai akan Allah SWT. dan mencintai Nabi.” Mahabbah kepada Allah adalah orang yang senantiasa melakukan tafakkur dan zikrullah. 

10. Zikr al-Maut (Mengingat Mati)
Setiap orang perlu menyadari dan menginsyapi akan adanya kematian. Kesadaran akan datangnya maut, merupakan pendorong bagi seseorang untuk bekerja keras untuk melakukan hal-hal yang menguntungkan dan menghindari yang merugikannya di alam akhirat. 
Dalam ajarannya tentang taubah, zuhud, tawakal, shabar, ridha, shidiq, mahabbah, zikr al-maut, dan sifat-sifat terpuji lainnya. Ajaran taubah dan lain-lainnya itu disebutnya sebagai tarekat (jalan) yang menyempurnakan syariat dan ta’alluq (bergantung) pada hati serta diimplikasikan dalam perilaku . Dengan demikian, menurut Abdurrahman Siddiq; ajaran taubah, zuhud, tawakal, shabar, ridha, shidiq, mahabbah, zikr al-maut dan sifat-sifat terpuji lainnya merupakan nilai etika atau akhlak yang akan diperjuangkan dan diwujudkan oleh seorang hamba dalam merambah kesempurnaan spritual dalam praktik ibadah.

Ananiah, Hasad, Gadab, Gibah, Namimah

 A.  Ananiah
Ananiah disebut juga egois, yaitu sifat yang menilai sesuatu berdasarkan kepentingan diri sendiri dan meremehkan orang lain. Perilaku ini harus dihindari karena tidak sesuai dengan ajaran Islam. Islam mengajarkan agar kita senantiasa bertolong-menolong antar sesama manusia.
Contoh sikap ananiah adalah:
1.    tidak memiliki rasa kepedulian terhadap penderitaan orang lain,
2.    ingin selalu diperhatikan oleh orang lain,
3.    selalu berusaha untuk menang sendiri dalam segala hal,
4.    tidak memperhatikan perasaan hati orang lain,
5.    tidak mau membantu kesusahan orang lain,
6.    orang kaya yang tidak mau berderma,
7.    perokok di tempat umum.
Sikap ananiah dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan manusia modern, terutama kalangan masyarakat atas. Sepintas, sikap ini akan menguntungkan diri sendiri. Akan tetapi kenyataannya egois hanya akan merugikan diri sendiri, karena hidup manusia selalu membutuhkan orang lain.
Adapun bahaya yang ditimbulkan dari perilaku ananiah adalah
1.    menimbulkan kekecewaan orang lain,
2.    merusak hubungan persaudaraan,
3.    memutuskan hubungan silaturahim,
4.    dijauhi dalam pergaulan dan dikucilkan oleh orang lain,
5.    kaku dalam pergaulan, sehingga sulit mencapai ketenteraman hidup bersama,
6.    menimbulkan kebencian, pertengkaran, dan permusuhan,
7.    sulit menerima petunjuk kebenaran, karena merasa dirinya adalah yang paling benar,
8.    berdosa kepada Allah swt. karena Islam melarang sifat ananiah.
Allah swt. murka terhadap orang yang tidak mau memperhatikan kepentingan orang lain. Al-Qur'an mengisahkan tentang Qarun yang tidak mau berderma, lantaran memiliki sifat egois. Oleh karena itu, marilah kita jauhkan diri kita dari sifat tercela ini!. 

B.  Gadab
Gadab berarti marah atau pemarah. Gadab termasuk sifat tercela, karena marah itu bersumber dari setan. Rasulullah saw. bersabda:
Artinya: Sesungguhnya marah itu dari setan, dan sungguh, setan itu dijadikan dari api, dan sungguh, api itu dapat padam dengan air. Jika seseorang kamu marah, segeralah berwudu. (H.R. Abu Dawud)
Seseorang yang sedang marah memiliki kecenderungan tidak dapat mengontrol dirinya. Untuk itulah sebagai orang Islam harus pandai-pandai mengendalikan diri agar tidak sampai mudah marah. Orang yang dapat menahan amarah merupakan salah satu ciri orang muttaqin.
Allah swt. berfirman:

Orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan  orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Orang-orang yang menafkahkan , baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan  orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (Q.S Ali Imran:134).
Akibat buruk dari sikap marah, antara lain,
1.    tidak dapat berfikir tenang dalam menghadapi permasalahan
2.    tidak dapat menyelesaikan permasalahan secara baik berdasarkan pertimbangan pikiran sehat,
3.    jika sering terjadi, dapat menimbulkan tekanan darah tinggi yang membahayakan kesehatan jasmani dan rohani
4.    sikap gadab dapat menimbulkan kekecewaan atau sakit hati orang lain.
5.    dapat mengganggu ketenteraman masyarakat, dan
6.    dapat menimbulkan kerugian materi, jika disertai dengan perbuatan anarkis.
Oleh karena sifat gadab merupakan sifat tercela maka, kita harus berusaha menghindarkan diri dari sifat tersebut. Sebagai orang yang beriman dan bertakwa, harus menghindari rasa marah. Meredam kemarahan dengan kesabaran. Hati yang sabar akan membawa seseorang untuk berpikir secara cermat dalam menghadapi suatu permasalahan

C. Hasad
Hasad adalah iri dan dengki, yaitu sifat dan sikap seseorang yang tidak senang terhadap orang lain yang memperoleh kenikmatan. Iri dapat menjelma menjadi dengki. Hasad dapat menjadikan seseorang terganggu ketenangan hidupnya.
Rasulullah saw. bersabda :
Artinya: “Hasad itu dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” (H.R. Ibnu Majah).
Betapa buruknya orang yang memiliki sifat hasad ini, karena semua kebaikan akan lenyap. Orang yang memiliki sifat hasad tidak suka apabila orang lain mendapat kesenangan, kenikmatan dan kebahagiaan. Ia selalu berfikir, mengapa semua itu tidak jatuh kepadanya?
Contoh sifat hasad yang harus kita hindari adalah tidak pernah merasa senang kepada orang lain, dan dia mengharapkan agar kenikmatan yang diperoleh orang lain itu pindah ke tangannya atau hilang dari tangan orang itu.
Sikap hasad sangat membahayakan. Sifat ini akan mengakibatkan seseorang menjadi budak nafsunya dan selalu memiliki keinginan untuk lebih unggul dari orang lain. Sifat ini tidak saja merugikan orang lain, akan tetapi juga merugikan diri sendiri. Oleh karena sifat hasad akan merusak ketenangan dan ketentraman hati.
Hasad merupakan penyakit rohani yang sangat buruk pengaruhnya bagi perkembangan pribadi. Orang yang berpenyakit demikian akan selalu diliputi oleh keresahan, kegelisahan dan kecemasan. Pandangan hidupnya menjadi materialistis, shg mudah tergoda dan diperbudak oleh harta kekayaan. Akibatnya dirinya jauh dari ketenangan dan kebahagiaan.

D.  Gibah dan Namimah
Gibah adalah menggunjing. Gibah seringkali disebut dengan gosip. Allah swt. melarang orang beriman melakukan perbuatan gibah, karena gibah merupakan perbuatan yang tercela. Allah swt. berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka , karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Hujurat: 12)

Perilaku gibah diibaratkan oleh Allah seperti memakan daging saudaranya sendiri yang telah mati. Perbuatan ini sungguh amat jijik. Contoh perbuatan gibah adalah menceritakan aib orang lain yang jelas-jelas orang lain tersebut tidak menyukainya, sekalipun cerita itu benar adanya. Apabila yang diceritakan itu bukan hal yang benar, maka perbuatan itu termasuk dusta.
Islam melarang gibah, karena akan menyebabkan kejelekan dalam hubungan antarmanusia. Akibat gibah, antara lain,
meresak keimanan seseorang kepada Allah swt.,
menyebabkan penyakit hati, sehinga menjadi sulit menerima hidayah dari Allah swt.,
merusak hubungan persaudaraan dalam masyarakat, karena ada yang merasa sakit hati.

Namimah adalah mengadu domba, yaitu orang yang memiliki kesengajaan untuk mengadu satu orang dengan orang lain. Perbuatan adu domba sangatlah tercela, seperti dalam sabda Nabi Muhammad saw berikut.
“Huzaifah r.a. berkata: Rasulullah saw. Bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka adu domba” (H.R. Muslim).

Orang yang melakukan perbuatan namimah, tidak akan masuk surga sebagaimana sabda Rasulullah tersebut. Oleh karena perilaku ini mendatangkan bahaya, jangan sekali-kali kita memiliki sifat tersebut!

Copyright @ 2013 Cinta Islam.